Melancong ke Pecinan Semarang: Mengalami, Bukan Menonton

Share the knowledge!

Catatan Pasca Jelajah Pecinan Semarang, Widya Mitra Heritage Walk -X   Pariwisata Sudah Menjadi Kebutuhan Primer Pariwisata sudah menjadi kebutuhan primer; demikian temuan riset Visa Global Travel Inventions Study (GTIS) pada 2015. Terjadi peningkatan 33% wisata ke luar negeri yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dibanding tahun 2013. Selain itu muncul juga kecenderungan orang untuk bisa berlibur lebih lama dan lebih jauh lagi. Kementerian Pariwisata juga mencatat bahwa pada tahun 2013 masyarakat Indonesia mengeluarkan Rp. 177,84 triliun untuk biaya perjalanan. Generasi milenial lebih banyak menghabiskan pendapatannya untuk berlibur serta gaya hidup dibandingkan untuk belanja keperluan rumah tangga lainnya; demikian data BPS […]


Share the knowledge!

Mengenal Kepercayaan Lokal Ugamo Malim di Hari Toleransi Sedunia

Share the knowledge!

Semarang, Kabar EIN– Bertepatan dengan Hari Toleransi Sedunia, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Agama Komisariat Wahid Hasyim bekerjasama dengan Forum Komunikasi Umat Beragama Jawa Tengah (FKUB Jateng) dan Segi Film mengadakan acara “Refleksi Hari Pahlawan dan Hari Toleransi Sedunia”  yang bertempat di Aula Gedung C Lantai 3 Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Kamis (16/11). Harmoni dalam Perbedaan Dalam sesi pembukaan, Sekretaris Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Jawa Tengah  Andi  Gunawan menyampaikan refleksinya. Andi berpendapat, untuk menjadi pahlawan di zaman sekarang cukuplah sederhana, yaitu melakukan yang terbaik. “Yang jadi mahasiswa, ya jadi mahasiswa yang baik. Yang jadi sesepuh, ya […]


Share the knowledge!

Liku-Liku Bakcang, Penganan Nikmat yang Tak Mudah Dibuat

Share the knowledge!

Sejak pagi Erlin sudah sibuk di tempat usahanya, sebuah rumah makan yang terletak di Jalan M.T. Haryono Semarang atau yang lebih dikenal dengan nama lama, Jalan Mataram. Perempuan paruh baya tersebut tengah menyiapkan bahan-bahan untuk membuat Bakcang, penganan tradisional Tionghoa yang secara turun temurun menjadi sajian pada perayaan Peh Cun. Peh Cun, dirayakan setiap tanggal 5  bulan 5 penanggalan Imlek. Dalam perayaan Peh Cun, masyarakat Tionghoa membuat dan makan Bakcang, mendirikan telur, mengadakan lomba perahu naga, dan melakukan ritual mandi tengah hari.   Legenda di Balik Bakcang dan Perayaan Peh Cun Bakcang berasal dari dialek Hokkian, salah satu dialek masyarakat […]


Share the knowledge!

Memahami Berbagai Kepentingan di Balik Praktik Penghancuran Patung

Share the knowledge!

Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) dan beberapa komunitas lain di Semarang, di antaranya  EIN Institute, Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang, Institute of Peace and Security Studies (IPSS), dan Gusdurian Semarang; menggelar diskusi bertajuk “Patung: Antara Seni, Budaya, dan Agama”. Diskusi bertempat di Jalan Ayodyapala No. 44 Semarang. Selasa malam (22/08). Ide membuka ruang dialog berangkat dari wacana perobohan Patung Kwan Kong di Tuban, serta kejadian-kejadian perobohan berbagai patung di berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini. Wacana perobohan patung Kwan Kong memicu pro kontra di media, situasi menjadi cukup panas. Pendirian patung Kwan Kong dianggap sementara pihak sebagai representasi dominasi negara […]


Share the knowledge!

Harlah Gus Dur, Menjadi Juru Damai adalah Kewajiban Komunal

Share the knowledge!

Semarang, EIN Institute– Bulan bulat menemani langit cerah di halaman belakang Klub Merby Jl. MT Haryono Semarang pada Minggu malam (6/8). Terlihat sekelompok orang bernyanyi bersama. Lagu yang mereka lantunkan, Indonesia Tanah Air Beta; dibawakan oleh Grup Musik Bohemian berkolaborasi dengan Romo Aloysius Budi Purnomo yang tak lepas meniup saksofon kesayangannya. Acara bertema Merawat Kebangsaan Melindungi Keragaman tersebut digelar untuk memperingati hari kelahiran ke-77  KH. Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan panggilan Gus Dur. Inisiator peringatan adalah Jaringan Gusdurian Semarang yang bekerjasama dengan berbagai komunitas di Semarang; Persaudaraan Lintas Agama (Pelita), Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA ), Pergerakan Mahasiswa […]


Share the knowledge!

Satu Tungku Tiga Batu: Filosofi Fakfak yang Melampaui Toleransi

Share the knowledge!

Roy adalah seorang pemuda Fakfak yang beragama Kristen dan tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Fakfak, Papua Barat. Uniknya, dia menjadi Kristen karena menuruti permintaan ayahnya, seorang muslim yang saleh. Alasannya, sebelum menjadi muslim, ayahnya itu beragama Kristen. Menurut adat Fakfak, perpindahan agama entah dari Islam ke Kristen atau Kristen ke Islam harus ditukar oleh keturunannya, agar terjadi keseimbangan agama dalam riwayat keluarga. Kisah Roy dituturkan antropolog Ronald Helwedery dalam diskusi Satu Tungku Tiga Batu: Model Keberagaman dan Rekonsiliasi Fakfak hari Jumat (28/7) yang diselenggarakan oleh Institute of Peace and Security Studies (IPSS) dengan dukungan Lembaga Studi Sosial dan Agama […]


Share the knowledge!

Sumanto Al Qurtuby: Tips Menjadi Pluralis, Akui Kebhinnekaan Agama Sendiri

Share the knowledge!

Surakarta, Kabar EIN – “Mengapa di Indonesia banyak orang bergelar tinggi, bahkan guru-guru besar, malah anti-kebhinnekaan dan mempromosikan fundamentalisme serta radikalisme?,” demikian lontaran  antropolog Sumanto Al Qurtuby saat menjadi narasumber seminar “Hidup Bertoleransi dalam Kebhinneka-Tunggal-Ika-an” helatan Badan Musyawarah Antar Agama Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI). Seminar ini digelar di Auditorium Sekolah Tinggi Teologi (STT) Intheos, Surakarta pada Sabtu (15/7) lalu. Sumanto berpendapat, menjadi ekstremis dan penyiar kebencian adalah pilihan masing-masing individu. “Kitab suci itu teksnya lengkap. Ada ayat yang membawa pesan damai, ada ayat tentang berperang, tinggal pembacanya memilih. Kalau diibaratkan mal, semua ayat ada dalam kitab, tinggal kita […]


Share the knowledge!

Al-Munawar: Hormati Dahulu Agama Orang Lain Sebelum Minta Dihormati

Share the knowledge!

Surakarta, Kabar EIN – Keberagaman adalah kodrat yang sudah Tuhan tentukan untuk manusia, sehingga dari sudut pandang hukum Islam, intoleransi pada umat yang beda agama sama dengan melawan kewenangan Tuhan. Demikian disampaikan Al-Munawar, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surakarta, dalam seminar “Hidup Bertoleransi dalam Kebhinneka-Tunggal-Ika-an” di Auditorium STT Intheos, Sabtu (15/7) lalu.  Acara seminar ini diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Kota Surakarta “Hidup bertoleransi itu menurut pandangan Islam hukumnya wajib, harus dilaksanakan,” jelas Al-Munawar di hadapan sekitar tiga ratus hadirin. “Islam itu artinya damai, rahmat, kasih sayang pada semua. Jadi kalau […]


Share the knowledge!

Paulus Hartono: Perdamaian Tercipta oleh Persentuhan di Dunia Riil

Share the knowledge!

Surakarta, Kabar EIN – Pecahnya konflik antar agama sebagian besar dilatarbelakangi kepentingan ekonomi, politik, dan kekuasaan. Namun pada dasarnya konflik bisa muncul memang karena ada potensinya. Di Indonesia yang bhinneka ini, telah lama tersimpan rasa saling curiga antara umat Islam dan Kristen, yang bisa sewaktu-waktu meledak sebagai konflik besar. Dialog formal saja tak akan cukup untuk mengatasi fenomena ini. Demikian pemaparan Paulus Hartono, pendeta Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Solo dalam seminar yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Kota Surakarta di auditorium Sekolah Tinggi Teologi (STT) Intheos Solo, pada Sabtu (15/7) lalu. “Kalau […]


Share the knowledge!

Fathuri Busyairi: Umat akan Meneladani Kerukunan antar Tokoh Agama

Share the knowledge!

Semarang, Kabar EIN – Ada yang berbeda dalam perayaan ulang tahun ke-imamat-an Romo Aloysius Budi Purnomo Pr yang ke-21. Diselenggarakan di halaman Gereja Kristus Raja Ungaran pada Sabtu (8/7) perayaan tersebut dikemas dalam bentuk Angkringan Seniman dan Budayawan dan Deklarasi Komunitas Doa Untuk Kerukunan Utuh Negara Kesatuan Republik Indonesia (Dukun). Meski digelar di Kabupaten Semarang, tidak menghalangi banjirnya tamu yang berdatangan dari Kota Semarang. Pegiat Persaudaraan Lintas Agama (Pelita), dan beberapa pegiat sosial lainnya nampak hadir. Komunitas “DUKUN” Kiai Sentet sebagai anggota komunitas Dukun mencoba memaknai arti kata “dukun” dari huruf per huruf.  “Saya akan mencoba memaknai kata dukun,” ujar […]


Share the knowledge!