Dialog HAM, Penyampaian Fakta Sejarah Lisan Lintas Generasi

Share the knowledge!

“Saya ini seolah-olah bertambah umurnya mendengar anak-anak muda ini bercerita bahwa kejadian 1965 itu perbuatan pelanggaran HAM. Saya ini sudah berusia 76 tahun, seakan tinggal berapa hari lagi hidup, tapi seolah bertambah umur, sebab saya mempunyai harapan ada penyambung saya, generasi muda yang bahasa sekarang adalah generasi milenial ini masih sadar tentang ketidakadilan yang terjadi” ungkap Munari salah satu penyintas tragedi 1965 yang hadir dalam acara Dialog Antar Generasi, Melepas Belenggu Impunitas. Sebagai salah satu rangkaian peringatan hari HAM Internasional yang diselenggarakan bersama Asia Justice and Rights (AJAR) dan  Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) pada Kamis, 5 Desember 2019. […]


Share the knowledge!

Lidya Apririasari, Menjembatani Komunikasi Jawa – Tionghoa di Parakan

Share the knowledge!
  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares

Sosok perempuan tinggi besar dengan rambut terurai itu mencuri perhatian penonton Kirab Menoreh Sabtu, 9 November 2019 lalu. Kirab Menoreh diadakan untuk memperingati sebuah peristiwa penting: berpindahnya ibukota Kabupaten Menoreh dari kota Parakan ke kota Temanggung. Nama perempuan itu Lydia Apririasari. Ia terlihat berbeda dari peserta kirab lainnya yang berpakaian adat Jawa; terlihat seekor ular pyton warna kuning membelit leher dan bahunya. Karena kedekatannya dengan ular itulah Lydia diberi nama julukan ‘Lydia Ulo’ (ular). Semenjak masih kuliah di Jurusan Biologi Lingkungan, Fakultas Biologi, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, Lydia sudah tertarik pada dunia reptilia dan amfibia (herpetologi), khususnya pada jenis […]


Share the knowledge!
  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares

Grebeg Parakan 2019: Menolak Lupa Sejarah Kota

Share the knowledge!
  • 112
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    112
    Shares

“Oh, ternyata dulu Parakan pernah menjadi ibukota kabupaten..” “Di sini to makamnya Kyai Parak yang namanya jadi cikal bakal nama Parakan..” “Wah, ternyata kita dulu pernah mempunyai seorang pendekar kungfu yang terkenal ya..” Itulah sebagian reaksi masyarakat Parakan mengenai kota kecamatan yang membawahi 17 kelurahan itu. Hal-hal tersebut terungkap dalam rangkaian acara Grebeg Parakan yang diadakan 6 – 9 November 2019 lalu. Parakan yang selama ini identik hanya dengan tembakau, bambu runcing dan rumah-rumah tua Tionghoa ternyata menyimpan sejarah yang cukup penting dalam bidang budaya dan perjuangan bangsa. “Seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung berhutang pada kota Parakan, karena Parakan merupakan tonggak […]


Share the knowledge!
  • 112
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    112
    Shares

Bedah Buku “Beragam(a) itu Indah”: Agama Mengembangkan Akhlak dan Adab

Share the knowledge!
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

“Beragama saya mencintai manusia. Kalau mengkambinghitamkan ciptaanNya, berarti saya menghina Tuhan,” tutur Guru Besar Antropologi Undip, Mudjahirin Tohir dalam acara Bedah Buku “Beragam(a) Itu Indah” di Sarasehan Selasa Legén ke-97 di Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (11/11) malam. Acara ini rutin diselenggarakan oleh pegiat kesenian Jawa di Universitas Negeri Semarang sejak 2014. “Cara beragama setiap orang dipengaruhi oleh tiga kemampuan untuk mewujudkan kebutuhan biologis, sosial dan sentimen kolektif,” ungkap Mudjahirin Tohir. Pria yang kini menjabat Mustasyar PWNU Jawa Tengah memaparkan  kebutuhan biologis berupa yang nampak, terdiri dari sandang, pangan dan papan. “Dalam dunia santri disebut basorih,” jelasnya. Setelah […]


Share the knowledge!
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

Cilik-cilik Cina: Potret Rasisme Kronis di Indonesia

Share the knowledge!
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

Ulasan buku Judul: “Cilik-cilik Cina, Suk Gedhe Meh Dadi Apa?: Autoetnografi Politik Identitas” Penulis: Anne Shakka, 2019, Penerbit: Sanata Dharma University Press, Jumlah Halaman: xiv +138 hlm “Aku kelelahan menjadi Cina, tapi aku tidak dapat menjadi yang lain.” (Anne Shakka, “Cilik-cilik Cina, Suk Gedhe Meh Dadi Apa?”) Berbagai bentuk kerusuhan, kekerasan dan perundungan terhadap etnis Tionghoa di Indonesia yang terjadi sejak jaman kolonial Belanda sampai dengan merdeka, menunjukkan bahwa keberadaan etnis ini di bumi Nusantara masih problematis. Ada ungkapan bernada satir, bahwa orang Tionghoa di Indonesia itu hanya punya tiga shio (lambang astrologi Cina); yaitu kelinci, sapi dan kambing. Tiga […]


Share the knowledge!
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

Pondok Damai: Sarana Pengobat Luka dan Pemupus Prasangka

Share the knowledge!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Merajut harmoni memupus prasangka. Membaca kalimatnya saja sudah membawa kedamaian tersendiri. Itulah tema dari kegiatan Pondok Damai yang diselenggarakan pada 27-29 April 2019. Pondok Damai diikuti 29 orang dari berbagai agama dan kepercayaan sebagai peserta juga melibatkan kurang lebih 18 panitia dari lintas agama, komunitas dan lembaga di Semarang yang tergabung dalam Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) Semarang. Saya berkesempatan terlibat dalam kegiatan tiga hari tersebut sebagai panitia pelaksana. Pondok Damai melibatkan anak muda dari berbagai agama dan kepercayaan sebagai peserta. Peserta tidak hanya berasal dari kota Semarang saja, tetapi juga dari Salatiga, Yogyakarta, Surabaya, Lampung, bahkan ada seorang peserta yang […]


Share the knowledge!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Wisnu Theater, Berbagi Romantisme Nonton Bioskop di Era 80-an

Share the knowledge!

Bioskop “Wisnu Theater” – biasa dilafalkan ‘biskop/biskopan’ – terletak di Jl. Bambu Runcing, Parakan. Bioskop semata wayang ini pernah menjadi sarana hiburan paling hit penyemarak lengangnya kota kecil seperti Parakan. Siapapun yang pernah tinggal di Parakan pada periode 70-80an, kemungkinan besar memiliki memori khusus tentang budaya nonton bioskop pra teknologi Studio XXI. Kini, Wisnu Theater seperti halnya gedung-gedung bioskop yang dikelola para pemodal kecil dan menengah, telah tergerus oleh zaman dan tidak lagi aktif; tempat ini kembali difungsikan sebagai gudang. Sedih sebenarnya. Walau waktu tak bisa diputar ulang, mengembalikan keriaan menonton bioskop dengan fasilitas minim, yang tidak pernah dirasakan generasi […]


Share the knowledge!

Pluralisme dalam Kue Citak, Warisan Tak Ternilai

Share the knowledge!

Saya ingin berbagi kisah untuk rekan-rekan yang belum sempat bergabung pada acara Parakan Heritage dan Pluralism Tour  yang kami gelar Minggu, 27 Januari lalu. Tur istimewa yang merupakan kerja bersama EIN Institute dan Yayasan Budaya Widya Mitra Semarang ini bertujuan memperkenalkan sejarah, keindahan bangunan-bangunan tua yang telah direstorasi maupun yang masih asli tanpa sentuhan perubahan berarti; serta keguyuban warga lintas etnis dan agama di Parakan. Selain menikmati bangunan-bangunan lawas serta sejarah kota Parakan, para peserta tur kami ajak menikmati kuliner khas Parakan. Ada makan siang Nasi Rames Ramidjan, yang sudah eksis selama tiga generasi dan menjadi salah satu ikon kuliner […]


Share the knowledge!