Cilik-cilik Cina: Potret Rasisme Kronis di Indonesia

Share the knowledge!

Ulasan buku Judul: “Cilik-cilik Cina, Suk Gedhe Meh Dadi Apa?: Autoetnografi Politik Identitas” Penulis: Anne Shakka, 2019, Penerbit: Sanata Dharma University Press, Jumlah Halaman: xiv +138 hlm “Aku kelelahan menjadi Cina, tapi aku tidak dapat menjadi yang lain.” (Anne Shakka, “Cilik-cilik Cina, Suk Gedhe Meh Dadi Apa?”) Berbagai bentuk kerusuhan, kekerasan dan perundungan terhadap etnis Tionghoa di Indonesia yang terjadi sejak jaman kolonial Belanda sampai dengan merdeka, menunjukkan bahwa keberadaan etnis ini di bumi Nusantara masih problematis. Ada ungkapan bernada satir, bahwa orang Tionghoa di Indonesia itu hanya punya tiga shio (lambang astrologi Cina); yaitu kelinci, sapi dan kambing. Tiga […]


Share the knowledge!

Wisnu Theater, Berbagi Romantisme Nonton Bioskop di Era 80-an

Share the knowledge!

Bioskop “Wisnu Theater” – biasa dilafalkan ‘biskop/biskopan’ – terletak di Jl. Bambu Runcing, Parakan. Bioskop semata wayang ini pernah menjadi sarana hiburan paling hit penyemarak lengangnya kota kecil seperti Parakan. Siapapun yang pernah tinggal di Parakan pada periode 70-80an, kemungkinan besar memiliki memori khusus tentang budaya nonton bioskop pra teknologi Studio XXI. Kini, Wisnu Theater seperti halnya gedung-gedung bioskop yang dikelola para pemodal kecil dan menengah, telah tergerus oleh zaman dan tidak lagi aktif; tempat ini kembali difungsikan sebagai gudang. Sedih sebenarnya. Walau waktu tak bisa diputar ulang, mengembalikan keriaan menonton bioskop dengan fasilitas minim, yang tidak pernah dirasakan generasi […]


Share the knowledge!

Pluralisme dalam Kue Citak, Warisan Tak Ternilai

Share the knowledge!

Saya ingin berbagi kisah untuk rekan-rekan yang belum sempat bergabung pada acara Parakan Heritage dan Pluralism Tour  yang kami gelar Minggu, 27 Januari lalu. Tur istimewa yang merupakan kerja bersama EIN Institute dan Yayasan Budaya Widya Mitra Semarang ini bertujuan memperkenalkan sejarah, keindahan bangunan-bangunan tua yang telah direstorasi maupun yang masih asli tanpa sentuhan perubahan berarti; serta keguyuban warga lintas etnis dan agama di Parakan. Selain menikmati bangunan-bangunan lawas serta sejarah kota Parakan, para peserta tur kami ajak menikmati kuliner khas Parakan. Ada makan siang Nasi Rames Ramidjan, yang sudah eksis selama tiga generasi dan menjadi salah satu ikon kuliner […]


Share the knowledge!