Kelas Analisis Sosial untuk Laktivis (Bagian 2)

Share the knowledge!

Mengapa Anda memutuskan bergabung dalam suatu gerakan? Idealisme apa di baliknya? Inilah refleksi yang mengawali sesi lanjutan kelas Analisis Sosial (Ansos) untuk Laktivis di hari Minggu, 18 September 2016. Sepuluh pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Cabang Jawa Tengah (AIMI Jateng) hadir sebagai peserta dari pukul sepuluh pagi sampai empat sore. Bagian kedua ini difokuskan untuk membedah situasi dan problem internal organisasi. Materi bagian pertama hanya diulang sekilas untuk menyamakan pemahaman antara enam peserta baru dengan empat peserta yang mengikuti Ansos bagian pertama. Fasilitator melakukan penjajakan dulu, seberapa pahamkah para pengurus tentang sejarah dan sistem organisasinya. Ternyata tingkat pengetahuan mereka sangat […]


Share the knowledge!

Kelas Analisis Sosial untuk Laktivis (Bagian 1)

Share the knowledge!

Analisis sosial. Ansos. Ini adalah “pisau” yang penting untuk membedah problem sosial dan, selanjutnya, menyusun strategi gerakan agar tercapai perubahan sosial. Apa saja masalah yang ditemui para laktivis dalam upaya mereka menghidupkan kembali budaya menyusui? Ternyata buanyaaaaaaaakkkkk buanget ! Dari tujuh orang laktivis saja bisa terkumpul dua lembar besar berisi puluhan poin masalah. Ketujuh peserta Kelas Ansos Ein Institute kali ini adalah pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Jawa Tengah dari berbagai “generasi”, ada yang termasuk perintis AIMI di Semarang sejak 2007, ada yang baru saja bergabung di tahun 2016. Namun mereka sama antusias dan semangatnya memperjuangkan ASI sebagai […]


Share the knowledge!

Cerita dari Lasem: Yang Terbuka, Yang Toleran

Share the knowledge!
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

“Mas Ardi, EIN Institute ada free seat untuk kegiatan Lasem Pluralism Trail tanggal 18 Agustus nanti, berminat bergabung kah? ” pesan singkat dari Ellen masuk ke inbox telepon genggam saya. Saya segera mengiyakan, karena memang tak ada rencana bepergian. Pukul lima pagi lebih sedikit, iring-iringan mobil membawa peserta dari kantor EIN Institute di Jl. Jeruk VII/24 bertolak ke Lasem, Kab. Rembang. Kira-kira empat jam perjalanan, kami tiba di Rembang, kurang-lebih pukul 09.00 WIB. Kami singgah dulu untuk sarapan pagi. Matahari belum beranjak tinggi, namun udara Rembang sudah terasa menyengat. Khas wilayah pantai utara. Untuk lebih mengenal citarasa kuliner khas Lasem-Rembang, […]


Share the knowledge!
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Bincang-bincang dengan Gus Zaim, Tokoh Pluralisme di Lasem

Share the knowledge!
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Lasem-EIN Institute – Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB ketika Tim Ein Institute tiba di sebuah rumah bercat putih berpintu hijau dengan ornamen aksara Cina. Dengan bantuan mas Pop, pegiat budaya Lasem yang memandu kegiatan penjajakan Tim Ein di Lasem, kami berhasil mendapatkan waktu bertemu dengan H.M. Zaim Ahmad Ma’shoem yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Zaim. Kami dipersilakan memasuki pendopo rumah yang berukuran cukup luas dan dilengkapi seperangkat meja kursi kayu berukuran besar. Setelah diawali dengan saling memperkenalkan diri dan bincang-bincang ringan, Tim Ein mengangkat keunikan Lasem yang plural dan damai dibandingkan wilayah-wilayah lain di Indonesia yang rawan konflik sosial. […]


Share the knowledge!
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Dialog Kebangsaan: Membangun Indonesia yang Pancasilais & Pluralis

Share the knowledge!

Semarang, EIN Institute – Ein Institute menyelenggarakan Dialog Kebangsaan: Membangun Indonesia yang Pancasilais dan Pluralis. Dialog ini bertempat di Taman Budaya Raden Saleh-Semarang pada 18 Juni 2014, , dengan narasumber Pdt. Tjahjadi Nugroho (pemuka agama Kristen),  Bingky Irawan (pemuka agama Konghucu), dan Guntur Romli (pegiat pluralisme). Dialog dibuka dengan paparan dari Pdt. Nugroho yang membahas bahwa kelanjutan Pancasila sangat bergantung pada sosok pemimpin Indonesia. Pemimpin bangsa yang ideal adalah sosok yang mengikuti petunjuk Allah dalam menjalankan tugasnya, demikian pendapat Pdt. Nugroho. Sementara, Pancasila sendiri dianalogikan sebagai akad nikah yang mempersatukan berbagai komponen bangsa, segala suku dan agama, menjadi satu kesatuan […]


Share the knowledge!