Bedah Buku Menjerat Gus Dur: Sejarah Menemukan Jalannya Sendiri

Share the knowledge!

“Gus Dur menjadi tokoh penting dalam masa transisi setelah rezim otoriter. Meski mengendalikan pemerintah hanya 20 bulan, beliau berhasil mengembalikan marwah politik Indonesia,” tutur penulis buku Menjerat Gusdur, Virdika Rizky Utama dalam acara memperingati Haul Gus Dur ke-10. Acara ini diselenggarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam  Indonesia  Universitas Negeri Semarang (PMII Unnes) di Perpustakaan Unnes pada Minggu (19/01). “Musuh terbesar Gus Dur adalah oligarki. Ia melawannya dengan mengajarkan politik tanpa kompromi. Ungkapan ini menandakan Gus Dur melawan kelompok lama yang masih ada di tubuh pemerintahan. Bukan sesuatu yang mustahil mewujudkan sila kelima. Berpolitik harus bernegara dan berkonstitusi,” lanjut Virdika dalam paparannya. […]


Share the knowledge!

Dialog HAM, Penyampaian Fakta Sejarah Lisan Lintas Generasi

Share the knowledge!

“Saya ini seolah-olah bertambah umurnya mendengar anak-anak muda ini bercerita bahwa kejadian 1965 itu perbuatan pelanggaran HAM. Saya ini sudah berusia 76 tahun, seakan tinggal berapa hari lagi hidup, tapi seolah bertambah umur, sebab saya mempunyai harapan ada penyambung saya, generasi muda yang bahasa sekarang adalah generasi milenial ini masih sadar tentang ketidakadilan yang terjadi” ungkap Munari salah satu penyintas tragedi 1965 yang hadir dalam acara Dialog Antar Generasi, Melepas Belenggu Impunitas. Sebagai salah satu rangkaian peringatan hari HAM Internasional yang diselenggarakan bersama Asia Justice and Rights (AJAR) dan  Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) pada Kamis, 5 Desember 2019. […]


Share the knowledge!

Rujak Pare, Simbol Melawan Lupa Tragedi 1998

Share the knowledge!
  • 363
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    363
    Shares

Undangan itu datang lewat WhatsApp, mengajak hadir di Gedung Rasa Dharma (Boen Hian Tong)  Jl. Gang Pinggir Nomor 31 Semarang pada Minggu, 13 Mei 2018, pukul 09.30-10.00 WIB untuk mengenang Mei 1998. Acaranya sederhana: doa bersama, memakai pita hitam, dan makan rujak pare


Share the knowledge!
  • 363
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    363
    Shares

Museum Orang Cina di Amerika, Upaya Kolektif Melawan Rasisme

Share the knowledge!
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Charles Lai dan John Kuo Wei Tchen memunguti memorabilia dari tong-tong sampah kawasan pecinan di New York pada tahun 1980. Mereka tak pernah menduga bahwa 30 tahun kemudian, upaya mereka akan menjelma jadi The Museum of Chinese in America (MOCA) nan prestisius. Menempati bangunan elegan rancangan arsitek tenar Maya Lin yang juga merancang Vietnam Veteran Memorial, per bulan MOCA dikunjungi hampir 4000 orang yang ingin tahu tentang kiprah orang-orang Cina dan keturunannya di Amerika.


Share the knowledge!
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Memahami Berbagai Kepentingan di Balik Praktik Penghancuran Patung

Share the knowledge!

Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) dan beberapa komunitas lain di Semarang, di antaranya  EIN Institute, Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang, Institute of Peace and Security Studies (IPSS), dan Gusdurian Semarang; menggelar diskusi bertajuk “Patung: Antara Seni, Budaya, dan Agama”. Diskusi bertempat di Jalan Ayodyapala No. 44 Semarang. Selasa malam (22/08). Ide membuka ruang dialog berangkat dari wacana perobohan Patung Kwan Kong di Tuban, serta kejadian-kejadian perobohan berbagai patung di berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini. Wacana perobohan patung Kwan Kong memicu pro kontra di media, situasi menjadi cukup panas. Pendirian patung Kwan Kong dianggap sementara pihak sebagai representasi dominasi negara […]


Share the knowledge!

Satu Tungku Tiga Batu: Filosofi Fakfak yang Melampaui Toleransi

Share the knowledge!
  • 60
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    60
    Shares

Roy adalah seorang pemuda Fakfak yang beragama Kristen dan tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Fakfak, Papua Barat. Uniknya, dia menjadi Kristen karena menuruti permintaan ayahnya, seorang muslim yang saleh. Alasannya, sebelum menjadi muslim, ayahnya itu beragama Kristen. Menurut adat Fakfak, perpindahan agama entah dari Islam ke Kristen atau Kristen ke Islam harus ditukar oleh keturunannya, agar terjadi keseimbangan agama dalam riwayat keluarga. Kisah Roy dituturkan antropolog Ronald Helwedery dalam diskusi Satu Tungku Tiga Batu: Model Keberagaman dan Rekonsiliasi Fakfak hari Jumat (28/7) yang diselenggarakan oleh Institute of Peace and Security Studies (IPSS) dengan dukungan Lembaga Studi Sosial dan Agama […]


Share the knowledge!
  • 60
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    60
    Shares

Al-Munawar: Hormati Dahulu Agama Orang Lain Sebelum Minta Dihormati

Share the knowledge!
  • 59
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    59
    Shares

Surakarta, Kabar EIN – Keberagaman adalah kodrat yang sudah Tuhan tentukan untuk manusia, sehingga dari sudut pandang hukum Islam, intoleransi pada umat yang beda agama sama dengan melawan kewenangan Tuhan. Demikian disampaikan Al-Munawar, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surakarta, dalam seminar “Hidup Bertoleransi dalam Kebhinneka-Tunggal-Ika-an” di Auditorium STT Intheos, Sabtu (15/7) lalu.  Acara seminar ini diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Kota Surakarta “Hidup bertoleransi itu menurut pandangan Islam hukumnya wajib, harus dilaksanakan,” jelas Al-Munawar di hadapan sekitar tiga ratus hadirin. “Islam itu artinya damai, rahmat, kasih sayang pada semua. Jadi kalau […]


Share the knowledge!
  • 59
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    59
    Shares

Paulus Hartono: Perdamaian Tercipta oleh Persentuhan di Dunia Riil

Share the knowledge!
  • 35
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    35
    Shares

Surakarta, Kabar EIN – Pecahnya konflik antar agama sebagian besar dilatarbelakangi kepentingan ekonomi, politik, dan kekuasaan. Namun pada dasarnya konflik bisa muncul memang karena ada potensinya. Di Indonesia yang bhinneka ini, telah lama tersimpan rasa saling curiga antara umat Islam dan Kristen, yang bisa sewaktu-waktu meledak sebagai konflik besar. Dialog formal saja tak akan cukup untuk mengatasi fenomena ini. Demikian pemaparan Paulus Hartono, pendeta Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Solo dalam seminar yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Kota Surakarta di auditorium Sekolah Tinggi Teologi (STT) Intheos Solo, pada Sabtu (15/7) lalu. “Kalau […]


Share the knowledge!
  • 35
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    35
    Shares

KNPI Kota Semarang Gelar Dialog Kebhinnekaan

Share the knowledge!

Semarang, Kabar EIN – Dewan Perwakilan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang menggelar halal bi halal  disertai dengan Dialog Keagamaan. Acara diselenggarakan di Kresna Meeting Room Hotel Siliwangi, Semarang, pada Minggu (8/7). Dialog yang mengambil tema “Keragaman Dalam Bingkai Kebhinekaan” tersebut mendatangkan Pendiri Asosiasi Pendeta Indonesia, Pendeta Tjahyadi Nugroho, Brigjen N. Sulistiyo Budi serta Iman Fadilah, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Generasi Muda (FKUB-GM) Kota Semarang. Ketua DPR Kota Semarang, Supriyadi,  dalam sambutan pembukaan berpesan agar anak muda berperan aktif dalam menjaga kesatuan bangsa. Senada dengan Supriyadi, Sulistiyo Budi juga menyampaikan hal serupa, “Bayangkan, kalau dulu ada pihak […]


Share the knowledge!

Tedi Kholilludin Optimis Toleransi di Indonesia akan Membaik

Share the knowledge!

Semarang, Kabar EIN – Warga Ngobrol Bareng tentang Hak Asasi Manusia (Waroeng HAM) seri ke-8 digelar di Gedung LPUBTN, Kawasan Kota Lama Semarang pada Jumat, (23/6). Empat pembicara diundang mengupas tema “Pancasila dalam Menghadapi Intoleransi” dari berbagai sisi. Para pembicara adalah budayawan Semarang sekaligus dosen tamu Universitas Negeri Semarang (UNNES), Gunawan Budi Susanto (Kang Putu), Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, Peneliti Senior Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLsa) Semarang, Tedi Kholiluddin serta Umi Ma’rufah dari Jaringan Gusdurian Semarang. Mewakili panitia, Elisa Widyastuti memaparkan bahwa tema ini dipilih karena dinilai sesuai dengan keadaan bangsa Indonesia saat ini. Memanasnya situasi politik terkait […]


Share the knowledge!