GoPot(ehi): Diluncurkan di Semarang, Siap Menjelajah Nusantara

Share the knowledge!
  • 26
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    26
    Shares

Pepatah “hidup segan mati tak mau” nampaknya cocok menggambarkan eksistensi wayang potehi di Indonesia selama lima dasawarsa terakhir. Semenjak dilarangnya ekspresi kebudayaan Tionghoa oleh pemerintah Orde Baru pada 1967, praktis kesenian khas Tionghoa Hokkian ini lenyap dari pandangan masyarakat umum. Reformasi 1998 dan dukungan Presiden keempat, Abdurrahman Wahid, yang mencabut Inpres No 14 Tahun 1967 yang diskriminatif itu, menggairahkan kemunculan kembali tradisi Tionghoa, termasuk wayang potehi. Di banyak kelenteng, terutama menjelang dan selama perayaan Imlek, acap dijumpai pergelaran wayang potehi. Namun demikian popularitasnya tak bisa lagi menyamai masa-masa sebelum pelarangan. Menjembatani Wayang Potehi untuk Dinikmati Lintas Generasi Generasi milenial Tionghoa khususnya […]


Share the knowledge!
  • 26
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    26
    Shares

Wayang Potehi 2020: Upaya Kolektif Meraup Perhatian Generasi Digital

Share the knowledge!

Satu sore di bulan Mei 2018, tim Ein Institute tiba di Museum Potehi Gudo-Jombang. Nampak seorang pria paruh baya tengah asyik memainkan pisau ukirnya, sedangkan tangan satunya memegang bongkahan kayu. Ia salah seorang perajin wayang potehi asal kota ukir Jepara yang telah lama bekerja bersama Toni Harsono pemilik museum. Yang sedang ia kerjakan di beranda museum adalah bagian kepala satu karakter wayang potehi. Toni Harsono adalah seorang pelestari budaya yang sekaligus juga seorang dalang wayang potehi. Kecintaan Toni pada potehi telah terpupuk sejak kecil. Ayah dan kakeknya berprofesi sebagai dalang wayang potehi, semasa kesenian ini berjaya di era sebelum Orde […]


Share the knowledge!

Wayang Potehi, Seni Pertunjukan Lintas Kultur yang Terancam Mati

Share the knowledge!
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

Wayang Potehi. Nama ini cukup asing bagi telinga orang Indonesia. Wayang Potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kantung kain. Cara memainkannya adalah dengan memasukkan tangan ke dalam kantung kain dan memainkannya seperti layaknya wayang kulit. Wayang Potehi dimainkan menggunakan kelima jari tangan. Tiga jari tengah; telunjuk, jari tengah, dan jari manis berfungsi mengendalikan bagian kepala wayang, sedangkan ibu jari dan jari kelingking berperan menggerakkan bagian tangan wayang. Wayang Potehi merupakan seni pertunjukan boneka tradisional yang berasal dari Cina Selatan. Potehi adalah kata serapan dari dialek Hokkian, yakni : poo (artinya kain), tay (artinya kantong), dan hie (artinya wayang); sedangkan […]


Share the knowledge!
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares