Pelarangan Pork Festival, Upaya Jadikan Semarang Panggung Baru Intoleransi

Warga Ngobrol Bareng tentang Hak Asasi Manusia (Waroeng HAM) seri ke-5 digelar di Gedung LPUBTN, Kawasan Kota Lama Semarang pada Senin (27/2). Tema diskusi kali ini adalah “Pelarangan Pork Festival: Pengingkaran Kebhinekaan Indonesia”. Diskusi dimotori oleh EIN Institute dengan dukungan LBH APIK Semarang, PKBI Jawa Tengah, Rumah Pelangi, Bengkel Sastra Taman Maluku dan Radio Elshinta sebagai rekan media. EIN Institute yang didirikan di Semarang sejak 2009 silam, berfokus pada kerja-kerja promosi pluralisme. Pada 19 Januari 2017, organisasi massa Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menyampaikan protes atas penyelenggaraan Pork Festival yang direncanakan berlangsung pada 23-29 Januari 2017 di Pasaraya Sri Ratu […]

Pemuda Lintas Agama Inisiasi Gerakan Mengajar Anak-Anak Miskin Kota

Semarang, EIN Institute – Kepedulian terhadap nasib sesama yang kurang beruntung dan keinginan meningkatkan kualitas kehidupan mereka, menjadi landasan semangat Prana dalam kesehariannya berkegiatan di Pelayanan Sosial Garam dan Ragi Masyarakat (PS Garam). Sudah dua tahun mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata ini diberi mandat menjabat Ketua PS Garam. PS Garam sendiri adalah salah satu unit pelayanan Keuskupan Agung Semarang. PS Garam memiliki misi memangkas kesenjangan sosial yang berakar dari kesenjangan pendidikan. Mengetuai lembaga non-profit di usia muda memang bukanlah hal yang mudah bagi Prana, banyak tantangan dihadapinya. Ketika semangatnya menurun, senyuman tulus anak-anak di perkampungan pinggir kota yang dilayaninya […]

Pentas Seni Lintas Agama, Ajang Anak Muda Belajar Keberagaman

Semarang, EIN Institute – Maria terlihat mondar mandir di area Gereja Santa Theresia Bongsari sejak sore hingga menjelang malam. Sebagai ketua panitia acara pentas seni lintas iman “Love in Diversity – With Tolerance We Can”, Maria terlihat terus melakukan koordinasi dengan panitia lainnya. Acara yang digelar di Aula Santa Theresia tersebut berlangsung pada Sabtu malam (18/2). Terlibat dalam kepanitiaan pentas seni lintas agama merupakan pengalaman pertama bagi mahasiswi Teknologi Pangan Universitas Soegijapranata ini. “Saya senang dapat pengalaman baru, seperti waktu main di pondok pesantren. Saya sebagai umat Katolik kaget waktu pak Kyai mengulurkan tangan untuk bersalaman, saya kira kan semua […]

Wayang Potehi, Seni Pertunjukan Lintas Kultur yang Terancam Mati

Wayang Potehi. Nama ini cukup asing bagi telinga orang Indonesia. Wayang Potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kantung kain. Cara memainkannya adalah dengan memasukkan tangan ke dalam kantung kain dan memainkannya seperti layaknya wayang kulit. Wayang Potehi dimainkan menggunakan kelima jari tangan. Tiga jari tengah; telunjuk, jari tengah, dan jari manis berfungsi mengendalikan bagian kepala wayang, sedangkan ibu jari dan jari kelingking berperan menggerakkan bagian tangan wayang. Wayang Potehi merupakan seni pertunjukan boneka tradisional yang berasal dari Cina Selatan. Potehi adalah kata serapan dari dialek Hokkian, yakni : poo (artinya kain), tay (artinya kantong), dan hie (artinya wayang); sedangkan […]

Alissa Wahid: Kepemimpinan Gus Dur Berpusat pada Prinsip

Alissa Qotrunnada Munawaroh atau yang akrab disapa Alissa Wahid, menegaskan pentingnya menjaga independensi Jaringan Gusdurian. Imbauan tersebut beberapa kali disampaikan oleh Alissa mengingat potensi Jaringan Gusdurian cukup strategis untuk diseret ke ranah politik praktis. Kali ini Alissa berbagi dengan 30 peserta  Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) II yang diselenggarakan pada 4-5 Februari 2017 di Gedung C Universitas Wahid Hasyim Semarang. Alissa menjelaskan lebih dalam tentang 9 Nilai Gus Dur yang menjadi pembahasan pokok dalam kelas. Adapun nilai-nilai itu terdiri dari Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan, Kesederhanaan, Persaudaraan, Kekesatriaan serta Kearifan Lokal. Alissa juga mengungkap bahwa nilai-nilai inilah yang  dipraktikkan Gus […]

Kisah Seru Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur di Semarang

Memasuki ruang Kelas Pemikiran Gus Dur bersama 29 peserta lain, tidak membuat Bryan Akbar Ramadika kesulitan untuk berinteraksi. Sebagai pemuda Katolik bermodal pergaulan lintas agama yang ia dapatkan selama menempuh pendidikan di UNIKA Soegijapranata Semarang, membuat Bryan nyaman menjadi peserta kelas pemikiran seorang tokoh Islam. Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) II diselenggarakan pada 4-5 Februari 2017 di Gedung C Universitas Wahid Hasyim Semarang. Bryan yang tercatat sebagai mahasiswa program Magister Psikologi ini mengetahui informasi tentang Kelas Pemikiran Gus Dur dari media sosial. “Awalnya saya lihat di Twitter, saya kan juga follow mbak Alissa Wahid. Dari medsos saya tahu kapan dan […]