Jaringan Gusdurian Gelar Bedah Buku “Gerakan Ahmadiyah di Indonesia”

Semarang, EIN Institute – Kisah penyebaran Ahmadiyah di Indonesia memang memiliki banyak versi, tetapi yang paling sering dirujuk adalah kisah pelajar Indonesia yang kembali ke Indonesia pasca belajar di Lahore pada tahun 1925.Salah satu bukti catatan sejarah adalah surat dari Abdul Sami Sumantri yang menceritakan betapa menyenangkannya belajar Islam di Ahmadiyah School Qadian. Setelah surat itu sampai ke Sumatra, banyak anak muda Sumatra yang kemudian menyusul untuk belajar ke Qadian, India. Begitulah sejarah awal masuknya Ahmadiyah ke Indonesia yang ditulis Iskandar Zulkarnaen dalam buku “Gerakan Ahmadiyah di Indonesia” (2006). Buku tersebut dibedah dalam forum yang digagas Jaringan Gusdurian Komisariat Universitas […]

Menelisik Asal Usul Gambang Semarang, Simbol Keberagaman Warga Kota

Gambang Semarang adalah kesenian akulturasi budaya antara etnis Tionghoa dengan Jawa. Sejak zaman penjajahan, Semarang memang dikenal sebagai kota tempat bermukimnya banyak etnis. Masyarakat Eropa, Melayu, Arab, dan Tionghoa mempunyai catatan sejarah tersendiri di Semarang. Dapat ditelusuri, adanya kawasan Kampung Kauman di kawasan Johar yang dulu menjadi hunian masyarakat etnis Arab. Selain itu, ada pula Kawasan Kota Lama sebagai hunian para bangsa Eropa, dan Kampung Pecinan sebagai hunian masyarakt etnis Tionghoa. Jadi, bukanlah sebuah hal baru ketika budaya Jawa dan Tionghoa mengalami akulturasi menjadi dalam sebuah seni pertunjukan seperti Gambang Semarang. Gambang Semarang versi terkini mempertunjukkan kolaborasi antara musik, vokal, […]

Pondok Damai, Inisiasi Anak Muda Menyebar Virus Kerukunan Beragama

31 anak muda terlihat duduk melingkar saling bertukar cerita di Aula Lantai I Vihara Buddhagaya, Semarang. Mereka tanpa risih menyampaikan semua kegundahan yang selama ini terpendam; berbagi kisah tentang alasan memilih agama yang sekarang mereka anut. Mereka saling menceritakan pengalaman tidak menyenangkan yang dialami saat berinteraksi dengan umat agama lain, serta menceritakan bagian lain yang menyenangkan. Mereka adalah peserta program live in yang diselenggarakan komunitas Pondok Damai (PD) mulai dari Jumat sampai Minggu (21-23/4). Yohanes Gimanto (26) dan Muwahib (26) terlihat sesekali saling melempar canda dalam forum saat sesi pertama dimulai. Mereka mencoba membangun suasana akrab antar peserta,  menghangatkan forum. […]

Bonnie Triyana: Politik Stabil Jika Tiap Etnis Diperlakukan Sama

Semarang, Kabar EIN– Belakangan ini politik identitas semakin marak digunakan untuk kepentingan politik elektoral. Berbagai elemen bangsa merespon dengan membuka ruang-ruang diskusi baru tentang kebangsaan. Demikian halnya di Semarang, berbagai kalangan cukup gencar mengampanyekan ajakan menghormati keberagaman. Yang terbaru adalah Seminar Nasional dan Peluncuran Buku berjudul “Tionghoa dalam Keindonesiaan: Peran dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa”.yang digelar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Yayasan Nabil, Rabu (5/4) di  Gedung ICT UNDIP Lantai 5. Yayasan Nabil Yayasan Nabil sebagai penyelenggara merupakan  lembaga yang terus berusaha memperkenalkan, menyebarluaskan dan mengembangkan doktrin “Penyerbukan Silang Antarbudaya” (Cross Cultural Fertilization). Yayasan yang secara resmi didirikan pada […]

Politik Islam Orde Baru: Hegemoni Ingatan dan Romantisme Semu

Selasa malam (4/4) Kampung Gendong Selatan Kelurahan Sarirejo Semarang terlihat riuh dengan kehadiran ratusan anak muda memadati Gedung Sarekat Islam (SI). Mereka peserta acara diskusi Gedung SI bertema Politik Islam Orde Baru. Gedung SI sendiri ternyata bukan tempat sembarangan, gedung bersejarah yang dahulu punya nama Gedung Rakyat Indonesia (GRI) ini, baru saja selesai dipugar oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Jawa Tengah, pada 22 Desember 2014 lalu. Tahun ini usia Gedung SI telah mencapai 97 tahun. Gedung Rakyat Indonesia mulai dibangun pada tahun 1919 dan selesai dibangun pada tahun 1920. Pada masa awal didirikan, GRI kerap digunakan secara bergantian oleh […]