Cerita dari Lasem: Yang Terbuka, Yang Toleran


Share the knowledge!17           17Shares“Mas Ardi, EIN Institute ada free seat untuk kegiatan Lasem Pluralism Trail tanggal 18 Agustus nanti, berminat bergabung kah? ” pesan singkat dari Ellen masuk ke inbox telepon genggam saya. Saya segera mengiyakan, karena memang tak ada rencana bepergian. Pukul lima pagi lebih sedikit, iring-iringan mobil membawa peserta dari kantor EIN Institute di Jl. Jeruk VII/24 bertolak ke Lasem, Kab. Rembang. Kira-kira empat jam perjalanan, kami tiba di Rembang, kurang-lebih pukul 09.00 WIB. Kami singgah dulu untuk sarapan pagi. Matahari belum beranjak tinggi, namun udara Rembang sudah terasa menyengat. Khas wilayah pantai utara. Untuk lebih mengenal citarasa kuliner […]


Bincang-bincang dengan Gus Zaim, Tokoh Pluralisme di Lasem


Share the knowledge!14           14SharesLasem-EIN Institute – Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB ketika Tim Ein Institute tiba di sebuah rumah bercat putih berpintu hijau dengan ornamen aksara Cina. Dengan bantuan mas Pop, pegiat budaya Lasem yang memandu kegiatan penjajakan Tim Ein di Lasem, kami berhasil mendapatkan waktu bertemu dengan H.M. Zaim Ahmad Ma’shoem yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Zaim. Kami dipersilakan memasuki pendopo rumah yang berukuran cukup luas dan dilengkapi seperangkat meja kursi kayu berukuran besar. Setelah diawali dengan saling memperkenalkan diri dan bincang-bincang ringan, Tim Ein mengangkat keunikan Lasem yang plural dan damai dibandingkan wilayah-wilayah lain di Indonesia yang rawan […]


Dialog Kebangsaan: Membangun Indonesia yang Pancasilais & Pluralis

Share the knowledge!

Share the knowledge!            Semarang, EIN Institute – Ein Institute menyelenggarakan Dialog Kebangsaan: Membangun Indonesia yang Pancasilais dan Pluralis. Dialog ini bertempat di Taman Budaya Raden Saleh-Semarang pada 18 Juni 2014, , dengan narasumber Pdt. Tjahjadi Nugroho (pemuka agama Kristen),  Bingky Irawan (pemuka agama Konghucu), dan Guntur Romli (pegiat pluralisme). Dialog dibuka dengan paparan dari Pdt. Nugroho yang membahas bahwa kelanjutan Pancasila sangat bergantung pada sosok pemimpin Indonesia. Pemimpin bangsa yang ideal adalah sosok yang mengikuti petunjuk Allah dalam menjalankan tugasnya, demikian pendapat Pdt. Nugroho. Sementara, Pancasila sendiri dianalogikan sebagai akad nikah yang mempersatukan berbagai komponen bangsa, segala suku dan agama, menjadi […]


Share the knowledge!